Posts

LAZISWahdah.com, Bangladesh — Kehidupan sulit yang dialami oleh pengungsi Rohingya di Bangladesh membuat mereka semakin dekat dengan agama. Bahkan, disaat keadaan mereka yang serba kekurangan tersebut tak membuat mereka jauh dari ibadah. Salah satu permintaan mereka kepada relawan LAZIS Wahdah saat ditemui di camp pengungsian adalah bantuan mushaf al-Qur’an. ”Kami tak butuh makan yang kami butuhkan saat ini adalah dekat dengan Allah. Bantu kami dengan Masjid dan Al-Qur’an,” ucap salah seorang anak, saat dimintai melantunkan ayat-ayat suci, kamp Jadimora, Nay Para, Tekhnaf-HWY, Coxs Bazar, Bangladesh. Salah seorang pengungsi bernama Nurhuda mengatakan bahwa banyak pemuda Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar ini adalah santri pesantren. Sehingga yang paling mereka rindukan saat di pengungsian adalah al-Qur’an. ”Ketika diberikan mushaf, mulut mereka langsung menghafal ayat-ayat suci di dalamnya. Begitu dapat mushaf mereka langsung membacanya,” ujar Nurhuda. Alhamduli...

LEWATI DUA SUNGAI BESAR, PERKAMPUNGAN MUSLIM MINORITAS INI JADI SASARAN TEBAR AL-QUR’AN NUSANTARA

LAZISWahdah.com, Pasangkayu — Setelah Menempuh perjalanan jauh dengan melewati dua sungai besar yang membelah dua desa, Jumat (1/6) bertempat di Dusun Watu Bete Desa Wulai Pasangkayu relawan LAZIS Wahdah membagikan 25 mushaf al-Qur’an kepada 25 KK di tempat itu. Di perkampungan muslim minoritas tersebut selain melaksanakan program Tebar Al-Qur’an Nusantara, LAZIS Wahdah juga mengadakan pembagian sembako gratis kepada seluruh warga yang ada. Secara simbolik, sembako dan al-Qur’an diserahkan oleh Ketua LAZIS Wahdah Pasangkayu, ustadz Marfu kepada bapak Sahabuddin, Kepala Desa Wulai di Masjid Nurul Yaqin. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap mudah-mudahan program ini dapat terus berlangsung, terutama program pembinaan muallaf. Lebih lanjut lagi, imam Masjid Nurul Yaqin bapak Muhammad Idris mengatakan bahwa pembinaan baca al-Qur’an merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh mereka untuk saat ini. ”Mereka adalah muallaf yang masih terbata-bata dalam memba...